"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah PENULIS"
[Imam Al-Ghazali]

Senin, 19 Desember 2011

YANG MANA YA??

Manusia memang diciptakan unik, memilki sifat yang berbeda-beda. Tak seorang pun di dunia ini yang memiliki sifat sama persis tidak ada perbedaan sama sekali. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 4 tipe sifat manusia, yaitu sanguinis, koleris, melankolis dan plegmatis. Tetapi tidak ada orang yang hanya tergolong pada salah satu tipe saja, seseorang pasti memiliki sifat yang terdiri dari gabungan atas beberapa tipe tadi.
Sanguinis adalah tipe orang yang ekstrovert yaitu terbuka oleh siapa saja dan tidak terkesan tertutup. Sanguinis juga sering disebut yang popular.  Sanguinis memiliki beberapa cirri yaitu kepribadian menarik, orang yang bertipe sanguinis cenderung lebih memperhatikan penampilannya dan merawat diri dengan sebaik-baiknya. Suka berbicara dan humoris, sanguinis tidak terkesan jaim mereka akan aktif berbicara saat ada sebuah forum dan biasanya sering terjadi orang yang suka berbicara akan lebih humoris daripada orang yang pendiam. Antusias, emosional dan ekpresif, orang –orang yang sanguinis lebih terlihat ceria dan bersemangat dan bisa dikatakan pintar berakting sehingga cocok untuk menjadi seorang artis. Kreatif, spontanitas dan inovatif membuat mereka akan selalu berkreasi. Orang-orang yang termasuk tipe sanguinis cenderung lebih mudah mengingat jika trdapat unsure warnanya. Yang menjadi kekurangan dari sanguinis adalah selalu kekanak-kanakan sehingga sulit untuk berpikiran dewasa. Banyak bicara saat bekerja dan melupakan kewajiban, mudah berubah-ubah, susah tepat waktu jam kantor, prioritas kegiatan kacau, mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas, sering mengambil permasalahan orang lain menjadi seolah-olah masalahnya, egoistis, sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yang sama.
Koleris(yang kuat) juga termasuk orang yang ekstrovert. Ciri-ciri orang koleris adaalah dinamis, aktif, suka perubahan, perbaiki kesalahan, kuat, tegas dan memancarkan keyakinan, berkembang karena saingan, tidak terlalu perlu teman, selalu benar-benar unggul dalam keadaan darurat, berpegang teguh pada pendiriannya. Seseorang yang koleris cocok menjadi seorang pemimpin karena disebut sebagai pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, berkemauan keras dalam mencapai sasaran, bebas dan mandiri, suka tantangan, berprinsip “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”, solutif, praktis, dan bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas, membuat dan menentukan tujuan, mau memimpin dan mengorganisasi, biasanya punya visi, serta unggul dalam keadaan darurat. Tetapi koleris akan menjadi pemimpin yang kaku bahkan diktator, menghalalkan segala cara demi tujuan, gila kerja, sulit minta maaf, mungkin selalu benar tetapi tidak popular.
Pemikiran analitis yang mendalam dari orang Melankolis yang Sempurna merupakan ciri khas yang jenius, banyak dihormati oleh mereka yang pikirannya lebih dangkal, walaupun demikian kalau dibawa sampai ke titik ekstrim, dia jadi menyebabkan kemurungan dan menekan perasaan.
Kadangkala bergaul dengan orang melankolis menimbulkan kebosanan dalam diri kita, semuanya serba teratur dan teliti, segala sesuatu dikerjakan dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur. Kalau lama dalam proses pengerjaan bukan karena malas tetapi karena hasilnya harus sempurna. Ciri-ciri kalau kita bertemu dengan orang Melankolis ini biasanya dilihat dari kamar tidur/kantornya, semuanya serba rapi, tertib dan terpola (keculai kalau punya asisten/istri yang siap membereskan arisip-arsip yang berantakan). Dan orang Melankolis ini susah sekali diyakinkan, perlu data-data otentik yang mendukung argumentasi kita. Dan secara ektrik dalam hal keuangan orang Melankolis cenderung (sory lho.. dalam titik extrim) pelit , tapi untuk mengenai hasil pekerjaan, Orang Melankolis jagonya. Sangat pandai mengorganisasi sesuatu.
Plegmatis (cinta damai) Kelompok ini tidak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka perintah itu .Baginya kedamaian adalah segala-galanya . Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran . Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan . Kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin . Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan . Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda .Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah Para pendengar yang berkerumun itu orang-orang plegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis. Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai plegmatis, anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.
Apapun tipe wataknya pasti memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, tergantung dari diri kita bagaimana memanfaat kelebihan-kelebihan itu sebagai kwkuatan kita sehingga kelemahan yang kita miliki bisa tertutupi dan tidak menjadi masalah.       


1 komentar:

  1. aku pernah tes,,, tapi kok hasilnya sama semua kecuali sanguinis,,,, itu gimana mbak solusinya???

    BalasHapus