video stand up comedy :D
coretan-coretanku
"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah PENULIS"
[Imam Al-Ghazali]
[Imam Al-Ghazali]
Selasa, 17 Januari 2012
Kamis, 22 Desember 2011
MALAPETAKA DAN KHAYALAN DALAM SATU KENYATAAN
Judul : Breaking Dawn “Awal Yang Baru”
Penulis : Stephenie Meyer
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2009
Tebal : 864 halaman
Suatu ketika, seorang Stephenie Meyer (35) pernah bermimpi tentang seorang gadis yang jatuh cinta kepada vampir. Kemudian mimpinya tersebut diubahnya menjadi serangkaian tetralogi yang ia realitakan dalam The Twilight Saga.
The Twilight Saga terdiri dari novel pertama yang berjudul Twilight. Bercerita tentang seorang gadis bernama Isabella Marie Swan yang menjalin hubungan spesial dengan vampir rupawan bernama Edward Anthony Masen Cullen. Bella bagaikan matahari di tengah malam bagi Edward. Selama seabad hidupnya, Edward tidak pernah merasakan cinta yang begitu besar. Bella lah cinta sejatinya. Demi Bella, ia dan keluarga Cullen, sebuah keluarga vampir yang hanya mengkonsumsi darah binatang, saling mempertaruhkan nyawa untuk menghadapi kelompok vampir nomaden yang gemar menghisap darah manusia, yang kala itu pemimpin mereka bernama James sangat tertarik untuk mencicipi darah Bella.
Dalam novel kedua yang dinamai New Moon “Dua Cinta”, Stephenie membawa kita dalam pertarungan batin antara si Vampir Edward Cullen dan sang Werewolf Jacob Black yang juga menaruh hati pada Bella. Perasaan cinta Bella terhadap Edward diuji dengan kepergian Edward yang membuat Bella depresi berat. Namun di tengah derita tersebut, kehadiran Jacob menjadi obat yang mujarab yang mampu membuat Bella tersenyum kembali meskipun pada akhirnya Bella kembali bersama Edward di akhir cerita dan memutuskan untuk meminta Edward mengubahnya menjadi vampir.
Eclipse “Gerhana” adalah novel lanjutan setelah New Moon “Dua Cinta”. Dalam novel ketiga ini, para werewolf dan vampir Cullen yang sudah ratusan tahun berselisih paham akhirnya mau tidak mau harus rela mengesampingkan konflik di antara mereka demi Bella. Mereka berbondong-bondong untuk mengenyahkan Victoria yang memendam kepiluan hatinya akan kepergian James dan ingin membalas perbuatan Edward itu dengan membunuh pasangannya yaitu Bella. Dalam kisah ini Bella harus menentukan pilihan pahit antara cintanya pada Edward atau persahabatannya dengan Jacob.
Sampailah kita pada novel terakhir dalam tetralogi The Twilight Saga, yaitu Breaking Dawn “Awal Yang Baru”. Novel ini mengisahkan tentang ketertarikan Bella terhadap vampir sebagai makhluk immortal yang digariskan dengan kehidupan yang abadi. Dia selalu merayu Edward agar segera mengubah dirinya menjadi seperti keluarga Cullen. Namun sesuai perjanjian yang mereka buat sebelumnya, mereka harus menikah terlebih dahulu. Hal ini tentu saja sangat memukul perasaan Jacob. Dia tidak ingin melepaskan Bella tapi ia tidak mungkin sanggup melihat Bella menderita lagi.
Bagi Bella, dicintai dan mencintai Edward adalah malapetaka dan khayalan yang dirajut jadi satu ke dalam kenyataan. Bukan hanya itu, hubungan istimewanya dengan Jacob ternyata menyeret Bella ke pilihan-pilihan pelik yang membuat hati keduanya tercabik-cabik. Tapi konon cinta harus memilih, dan karenanya Bella harus memutuskan. Dan sebagai orang yang sangat mengenal Bella, Jacob tahu persis apa keputusan gadis itu. Lalu sanggupkah Jacob meninggalkan Bella selamanya untuk menyembuhkan luka-luka hatinya sendiri? Dan ketika Bella membutuhkannya, sanggupkah Jacob mengatakan tidak?
Stephenie akan membawa kita dalam dunia khayal Breaking Dawn “Awal Yang Baru” yang dapat menjawab sederetan pertanyaan kita tentang kisah Bella dan vampir pujaannya, Edward, dalam The Twilight Saga.
Dalam kisah kali ini Bella dan Edward akhirnya menikah dan memutuskan berbulan madu di sebuah pulau yang bernama Pulau Esme. Namun bulan madu mereka terganggu dengan kehamilan Bella yang terjadi tanpa dugaan sebelumnya. Hal ini membuat Edward khawatir dan berusaha untuk melenyapkan janin tersebut karena ia tahu bahwa janin itu hanya akan membuat Bella menderita. Tapi kenyataannya, Bella dengan dukungan Rosalie tetap kukuh mempertahankannya. Hal ini tak ayal membuat seluruh keluarga Cullen dan klan werewolf kembali bersiaga untuk saling beradu.
Kisah ini akan semakin seru ketika Bella telah melahirkan dan langsung diubah Edward menjadi vampir. Akan ada banyak vampir dengan kelebihan-kelebihan yang luar biasa. Mereka akan bergabung dengan keluarga Cullen untuk menyelesaikan suatu hal dengan keluarga bangsawan vampir Volturri yang mengerahkan semua anggotanya untuk seorang anak bulan yang masih dipertanyakan statusnya. Di tengah selisih paham yang mampu membinasakan seluruh klan saksi atas keluarga Cullen, ada vampir baru yang mempunyai perisai tiada tanding. Apa sebenarnya yang memicu konflik tersebut? Dan mengapa sangat teramat besar untuk melibatkan banyak vampir yang sebelumnya tidak pernah muncul?
Breaking Dawn “Awal Yang Baru” akan menjawabnya dengan banyak hal-hal menarik yang mendebarkan sekaligus membuat Twilighters tersenyum puas atas serangkaian karya agung Stephenie Meyer.
SEPERTI POTONGAN PUZZLE YANG BERANTAKAN
Judul : Hidup Tak Bisa Menunggu
Penulis : Prameshwari Sugiri
Penerbit : Femina Group
Cetakan : I, November 2008
Tebal : 128 halaman
PT. Unilever Tbk. adalah salah satu perusahaan komersial terbesar yang bergerak di bidang kecantikan. Produk-produknya banyak yang ditawarkan melalui iklan-iklan pertelivisian. Salah satunya adalah merk shampoo terkenal yang pada akhir tahun 2008 lalu telah menggandeng Prameshwari Sugiri (30) untuk membuat sebuah buku bacaan ringan tentang kisah nyata yang sangat menginspirasi.
Hidup Tak Bisa Menunggu terdiri dari 5 cerpen yang ditulis berdasarkan cerita nyata perempuan-perempuan hebat yang tidak pernah putus asa. Kelima cerpan tersebut berjudul Purnama Untuk Mama, Hantu Buku Itu: Aku!, Panggil Aku Miss Nari, B.P.R.G., dan Lagu-Lagu Patah Hati. Dalam resensi saya kali ini, saya akan mengambil 2 dari 5 cerpen di atas yaitu Purnama Untuk Mama dan Hantu Buku Itu: Aku!
Purnama Untuk Mama merupakan cerpen penggugah jiwa yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang berusaha membahagiakan Mamanya. Eva, nama anak tersebut, sungguh menyayangi Mamanya yang telah ia anggap sebagai Super Hero-nya. Awalnya kehidupan mereka berjalan dengan sangat baik, namun satu demi satu masalah menimpa mereka sampai pada akhirnya sang Mama pun menjadi gila. Setelah itu, semua berubah. Eva tidak lagi mengenali Super Hero-nya. Tapi ia tidak patah semangat. Segala hal telah ia upayakan untuk kembali membuat Mamanya tersenyum.
Cerpen kedua yang berjudul Hantu Buku Itu: Aku! mengisahkan tentang seorang penulis misteri yang buku-bukunya banyak menarik perhatian para mahasiswa di kampusnya. Si Hantu buku selalu menyelinapkan buku-bukunya di rak perustakaan tanpa ada seorang pun yang tahu. Yang menarik dari cerpen ini adalah adanya kisah perjuangan antara hidup dan mati seorang perempuan. Semua penderitaannya berawal dari penyakit aneh yang menggerogoti tubuhnya. Penyakit itu telah merampas semua kesempatannya dalam menorehkan prestasinya selama bertahun-tahun. Namun ia adalah perempuan yang tegar dan tidak mudah menyerah. Dia yakin dengan adanya mukjizat Tuhan dan dukungan seluruh keluarganya, ia bias normal kembali. Hingga akhirnya ia pun rela menempuh jalan operasi dengan resiko 50:50 antara sembuh atau lumpuh.
Buku kumpulan cerpen ini akan sangat meginspisari bagi mereka yang ingin bangkit untuk memulai hal-hal baru yang menjadi jiwa mereka. Bahasa yang digunakanpun sangat menarik dan juga mudah dipahami. Setiap halaman yang dimuat juga menyuguhkan layout yang berbeda-beda sehingga para pembaca tidak akan mudah merasa bosan.
Dari buku ini kita dapat mengambil nilai bahwa kita tidak boleh merasa sendirian di dunia dan mudah putus asa tatkala hidup kita mulai tidak teratur seperti potongan puzzle yang berantakan. Kita harus berjuang menata potongan-potongan itu karena hidup kita tidak akan pernah berubah jika kita sendiri tidak berusaha mengubahnya..
Karya penuh inspirasi ini cocok ditujukan bagi para remaja yang mulai mencari jati diri mereka di era globalisasi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)