Judul : Hidup Tak Bisa Menunggu
Penulis : Prameshwari Sugiri
Penerbit : Femina Group
Cetakan : I, November 2008
Tebal : 128 halaman
PT. Unilever Tbk. adalah salah satu perusahaan komersial terbesar yang bergerak di bidang kecantikan. Produk-produknya banyak yang ditawarkan melalui iklan-iklan pertelivisian. Salah satunya adalah merk shampoo terkenal yang pada akhir tahun 2008 lalu telah menggandeng Prameshwari Sugiri (30) untuk membuat sebuah buku bacaan ringan tentang kisah nyata yang sangat menginspirasi.
Hidup Tak Bisa Menunggu terdiri dari 5 cerpen yang ditulis berdasarkan cerita nyata perempuan-perempuan hebat yang tidak pernah putus asa. Kelima cerpan tersebut berjudul Purnama Untuk Mama, Hantu Buku Itu: Aku!, Panggil Aku Miss Nari, B.P.R.G., dan Lagu-Lagu Patah Hati. Dalam resensi saya kali ini, saya akan mengambil 2 dari 5 cerpen di atas yaitu Purnama Untuk Mama dan Hantu Buku Itu: Aku!
Purnama Untuk Mama merupakan cerpen penggugah jiwa yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang berusaha membahagiakan Mamanya. Eva, nama anak tersebut, sungguh menyayangi Mamanya yang telah ia anggap sebagai Super Hero-nya. Awalnya kehidupan mereka berjalan dengan sangat baik, namun satu demi satu masalah menimpa mereka sampai pada akhirnya sang Mama pun menjadi gila. Setelah itu, semua berubah. Eva tidak lagi mengenali Super Hero-nya. Tapi ia tidak patah semangat. Segala hal telah ia upayakan untuk kembali membuat Mamanya tersenyum.
Cerpen kedua yang berjudul Hantu Buku Itu: Aku! mengisahkan tentang seorang penulis misteri yang buku-bukunya banyak menarik perhatian para mahasiswa di kampusnya. Si Hantu buku selalu menyelinapkan buku-bukunya di rak perustakaan tanpa ada seorang pun yang tahu. Yang menarik dari cerpen ini adalah adanya kisah perjuangan antara hidup dan mati seorang perempuan. Semua penderitaannya berawal dari penyakit aneh yang menggerogoti tubuhnya. Penyakit itu telah merampas semua kesempatannya dalam menorehkan prestasinya selama bertahun-tahun. Namun ia adalah perempuan yang tegar dan tidak mudah menyerah. Dia yakin dengan adanya mukjizat Tuhan dan dukungan seluruh keluarganya, ia bias normal kembali. Hingga akhirnya ia pun rela menempuh jalan operasi dengan resiko 50:50 antara sembuh atau lumpuh.
Buku kumpulan cerpen ini akan sangat meginspisari bagi mereka yang ingin bangkit untuk memulai hal-hal baru yang menjadi jiwa mereka. Bahasa yang digunakanpun sangat menarik dan juga mudah dipahami. Setiap halaman yang dimuat juga menyuguhkan layout yang berbeda-beda sehingga para pembaca tidak akan mudah merasa bosan.
Dari buku ini kita dapat mengambil nilai bahwa kita tidak boleh merasa sendirian di dunia dan mudah putus asa tatkala hidup kita mulai tidak teratur seperti potongan puzzle yang berantakan. Kita harus berjuang menata potongan-potongan itu karena hidup kita tidak akan pernah berubah jika kita sendiri tidak berusaha mengubahnya..
Karya penuh inspirasi ini cocok ditujukan bagi para remaja yang mulai mencari jati diri mereka di era globalisasi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar