Bangunan sekolah rusak dipelosok desa, itu merupakan hal yang biasa. Tapi kalau bangunan sekolah tersebut berada di kota, itu yang luar biasa. Seperti yang terjadi di SDN Pangilen I Kecamatan Kota Sampang. Meski statusnya adalah SDN iduk, kondisi gedung sekolah ini sangat memprihatinkan. Padahal perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Sampang menuju sekolah itu. Sekolah yang berlokasi di sisi timur Jalan Raya Pangilen kecamatan kota Sampang itu terdiri atas tiga gedung utama dengan sebelas local. Gedung-gedung tersebut membentuk huruf U. sisi selatan terdiri atas tiga local, sisi timur empat local, dan di sisi utara empat local. Di antara tiga local yang ada di sisi selatan, dua local tampak kukuh karena dua ruangan tersebut baru dibangun 3 tahun yang lalu. Local baru itu digunakan ruangan guru dan ruangan kelas III. Sedangkan ruangan yang sudah tua dan rusak dijadikan tempay berjualan beberapa pedagang.
Sedangkan kondisi gedung yang berada di sisi timur sangat parah. Di antara empat local yang ada, hanya dua yang bisa ditempati , yaitu kelas I dan kelas II. Ruangan itupun digunakan karena terpaksa. Maklum dari 6 rombongan belajar yang ada, siswa SDN Pangilen I mencapai 179 anak. Kondisi bangunan sisi timur itu rusak berat. Tembok bagian tengah bangunan retak dan sudah terbelah. Belahan tembok memanjang dari bawah sampai bagian atas. Sedangkan plafon bagian belakang gedung jebol. Dua local yang masih digunakan untuk ruangan kelas I dan kelas II tersebut berada di tenganh-tengah. Sebab memang ruangan itu yang paling memungkinkan untuk digunakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kondisi telah parah terjadi pada bangunan sisi utara. Dinding di bagian itu banyak lubang. Bahkan ukuran lubangnya bisa dilewati orang dewasa. Meski demikian dari empat local yang ada, pihak sekolah masih menggunakan seluruh local untuk ruang kelas dan perpustakaan. Parahnya lagi, bangunan sisi utara itu berdempetan dengan kandang itik. Akibatnya bau kotoran itik menjadi aroma khas setiap hari bagi ratusan siswa sekolah tersebut. Salah seorang siswa mengaku bahwa di kelas itu sangat bau apalagi kalau musim hujan, baunya lebih menyengat lagi
Dengan kondisi yang sangat tidak layak seperti itu, tak mengendurkan semangat belajar para siswa SDN Pangilen I. dengan kondisi tersebut, buktinya masih banyak anak-anak yang mau bersekolah mencari ilmu di sekolah tersebut. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah karena kualitas seorang warga Negara ditentukan dari sarana pendidikan kemampuan dari orang tersebut. Apabila kondisi sekolah di kota saja seperti itu, lalu bagaimana dengan sekolah-sekolah yang ada di pelosok pedalaman. Apalagi yang berada di luar jawa seperti Papua. Pendidikan di Indonesia sekarang ini sangat mprihatinkan dan belum merata ke pelosok-pelosok negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar