"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah PENULIS"
[Imam Al-Ghazali]

Kamis, 22 Desember 2011

BUKTI KETEGARAN SOSOK WANITA


Wanita adalah sosok yang memberikan keindahan di dunia ini, tanpa wanita dunai ini menjadi hampa. Namun wanita sering dianggap sebagai sosok yang lemah, tak bisa hidup tanpa ada laki-laki yang menjaganya, tetapi dalam kenyataannya tidak seperti itu. Wanita lebih kuat dan tegar daripada pria. Contoh saja, apabila sepasang suami istri salah satu dari mereka  meninggal. Disaat sang istri meninggal pasti sang suami akan merasa kesusahan untuk mengatur segala kehidupannya karena tidak ada lagi yang memasak makanan untuknya, tidak ada yang mencuci bajunya, tidak ada yang mengurus anaknya dan tidak ada yang memberikan dukungan saat sang suami tertimpa masalah. Dan jalan keluarnya adalah menikah lagi. Tetapi apabila yang meninggal adalah suami, maka istri akan tetap tegar dan berjuang untuk menghidupi anak-anaknya. Dia akan melakukan segala hal agar anaknya bisa sukses. Hanya sebagian kecil saja wanita yang menikah lagi saat menjadi janda.
Dalam film Perempuan Berkalung Sorban mencertakan sebuah kisah pengorbanan seorang perempuan, Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Anissa (Revalina S Temat), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang oleh para kyai dalam film tersebut termasuk ayah Annisa. Annisa sempat mengajukan protes atas ajaran tentang menjadi wanita muslimah yang baik, namun Annisa menganggap ajaan tersebut tidak seimbang dan menguntungkan laki-laki.
Dalam perjalannya Annisa jatuh cinta kepada Khudori, seorang laki-laki paman dari pihak ibunya yang selalu menemani. Namun Khudori tidak menanggapi cinta Annisa karena menganggap masih ada hubungan dekat. Sampai akhirnya Khudori sekolah di Kairo Mesir. Secara diam-diam Anissa mendaftarkan kuliah ke Jogja dan diterima tapi Kyai Hanan tidak mengijinkan, dengan alasan bisa menimbulkan fitnah, ketika seorang perempuan belum menikah berada sendirian jauh dari orang tua. Anissa merengek dan protes dengan alasan ayahnya. Annisa akhirnya dinikahkan dengan seorang anak Kyai dari sebuah pesantren terbesar di Jawa Timur bernama Samsudin. Namun Samsudin menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Kalsum. Suatu ketika Annisa dipertemukan lagi dengan Khudori dan mereka berdua ternyata masih saling mencintai. 
Di film tersebut digambarkan seolah-olah Islam membolehkan bagi suami Muslim untuk bertindak kejam terhadap istrinya. Pada kenyataannya, hal tersebut sangatlah bertentangan dengan ahlak Nabi Muhammad saw, yang dalam suatu kejadian Beliau lebih memilih untuk tidur diluar rumah daripada membangunkan istrinya ketika pulang terlalu malam dan Beliau tidak pernah menjadi marah apabila makanan belum tersedia. Dari salah satu kisah, disebutkan bahwa pada suatu pagi Rasulullah bertanya kepada Aisyah apakah makanan sudah tersedia. Aisyah menjawab bahwa ia belum mempersiapkan makanan untuk pagi itu. Dengan sabarnya, Rasul hanya berkata bahwa ia akan berpuasa saja pada hari itu. Rasul tidak sedikitpun menjadi kecewa ataupun marah akan keadaan tersebut. Rasulullah bahkan pernah berkata: “sebaik2 lelaki adalah lelaki yang paling baik dan lemah lembut terhadap istrinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar