"Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah PENULIS"
[Imam Al-Ghazali]

Selasa, 20 Desember 2011

MENTORING, LANJUT....



Awal Mula Adanya Mentoring
Dulu nabi ibrahim AS, diangkat oleh Allah SWT sebagai bapak umat manusia setelah melaksanakan secara sempurna dari apa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepadanya. Dia sungguh berbahagia, dan sosok beliau merupakan sosok pemimpin yang ideal. Namun walau begitu beliau masih merasa ada kekurangan dan berdoa " Ya Allah kirimkan seorang pemimpin yang muncul dari kaumnya sendiri yang bisa menjelaskan Al-Qur'an, mengajarkannya, memberikan hikmah dan mensucikan diri''. Maha Suci Allah SWT yang maha pendengar, setelah 3000 tahun abad kemudian ternyata doa Nabi ibrahim AS di kabulkan oleh Allah SWT. Munculah sosok pemimpin tersebut, yang kita kenal sebagai nabi penutup para nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliaulah yang dapat melakukan hal-hal yang terdapat pada doa nabi ibrahim sekaligus. Begini ceitanya, Pada mula-mula Nabi Muhammad SAW dalam mendakwahkan agama islam dengan sembunyi-sembunyi. Pertemuan sembunyi-sembunyi tersebut disebut darul arqam, sebuah pertemuan dimana nabi muhammad menjelaskan Al-Qur'an dan sunah-sunah, mengajarkannya, memberi hikmah dan mensucikan diri bersama-sama para sahabatnya. Semua nya bermula dari sinilah perkembangan islam yang begitu pesat, Luar biasakan dari pertemuan kecil ini membuat hampir 2/3 penduduk bumi beragamakan islam, dan pernah membuat suatu zaman seluruh umat manusia sejahtera tanpa ada yang miskin, yakni zaman pemrintahan Umar bin Abdul Aziz. Pelajaran yang disampakain itu saat ini dikenal dengan Tarbiyah, dan pertemuan-pertemuan agama seperti itu saat ini yang dikenal sebagai mentoring. Seharusnya kita bangga melakukan mentoring karena suatu kegiatan yang dulu merupakan kegiatan Nabi Muhammad SAW untuk mendakwahkan agama islam dan merupakan bentuk kabul doa nabi ibrahim AS.
Manfaat Mentoring
1.       Menambah pengetahuan tentang agama dan bisa belajar membaca Al Qur’an, dengan adanya mentoring kita bisa sharing dengan mbak mentor tetang apa saja yang tidak kita ketahui tentang suatu permasalahan agama. Selain itu, setiap akan dimulai mentoring pasti ada tilawah, yaitu bergantian membaca Al Qur’an. Sehingga kita sekaligus bisa mengasah kemampuan membaca Al Qur’an kita.  
2.       Menambah teman, setelah kita megikuti mentoring tentunya kita juga akan mengenal teman-teman baru yang sebelumnya belum kenal. Dari saling mengenal itu kita bisa saling membantu apabila aada yang  kesusahan
3.       Dapat bonus tutorial, apabila kita ada salah satu mata kuliah, contohnya seperti algoritma dan pemrograman kita bisa meminta bantuan mbak mentor untuk memberikan tutorial
4.       Dapat konsumsi saat mentoring, saya mempunyai mbak mentor yang baik sekali. Mbak mentor saya sering membawakan makanan saat mentoring
Masih banyak lagi manfaat mentoring, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang
Sebenarnya mentoring di jurusan saya hanya dilakukan pada saat semester pertama saja karena mentoring berhubungan dengan mata kuliad agama islam. Tetapi setelah dipikir-pikir mentoring itu adalah salah satu cara kita untuk bisa dekat dengan Allah dan benteng agar kita tetap berada di jalan Allah. Oleh karena itu saya setuju apabila mentoring dilaksanakan tidak hanya pada semester satu tetapi sampai lulus   pun juga dilaksanakan. Sebagai seorang mahasiswa tentunya sangat sibuk, waktu 1 minggu dihabiskan untuk kuliah, mengerjakan tugas, berorganisasi dan kegiatan lainnya. Sebagian besar kegiatan itu adalah untuk urusan duniawi. Alangkah baiknya kita meluangkan waktu sehari  saja dalam waktu satu minggu untuk ikut mentoring. Itu pun tidak satu hari full, paling lama hanya 2 jam. Bukankah agama islam mengajarkan kepada kita untuk menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat??. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar