Indonesia terkenal sebagai Negara yang penduduknya sopan, ramah dan suka tersenyum. Entah predikat itu masih ada atau tidak, hal yang paling nyata adalah kondisi Indonesia sekarang dengan dahulu sangat jauh berbeda. Dahulu Indonesia makmur, damai dan sangat berkarakter, tetapi semakin lama masa itu kita lewati kondisi Indonesia terlihat semakin mengarah kepada hal yang negatif, kenajuan yang negatif, sikap-sikap penduduknya yang semakin negatif, kondisi pemerintahannya yang semakin negative apalagi kondisi perekonomiannya juga semakin negatif. Hal itu bermula dari adanya globalisasi, dengan mudah budaya-budaya luar masuk ke Indonesia. Budaya adalah identitas bangsa. Sedangkan masyarakat Indonesia sendiri tidak pandai menyaring antara budaya yang positif dengan budaya yang negative. Merasa tertarik dengan budaya orang lain (lebih dominan budaya barat), masyarakat Indonesia seakan semakin meninggalkan budayanya sendiri. Padahal budaya yang dimilikinya adalah budaya yang diidam-idamkan dan dikagumi oleh Negara lain. Kondisinya berubah 180 derajat ketika ada salah satu Negara yang mencuri kebudayaan Indonesia. Seluruh masyarakat Indonesia mengecam Negara tersebut. Sebenarnya semua itu salah kita sendiri, mengapa tidak menjaga budayanya sendiri, hal itu juga memebuktikan bahwa kita tdak cinta dengan apa yang mejadi milik kita, kita tidak mengahrgai apa yang telah nenek moyang ciptakan.
Kalau boleh berpendapat lebih baik budaya-budaya itu diambil oleh Negara lain daripada budaya-budaya itu nantinya akan punah dan lenyap, apabila diambil oleh Negara lain akan tetap terjaga. Apabila kita tdak mau budaya-budaya itu hilang maka kita seharusnya mejaga budaya-budaya itu dan tidak berpaling pada budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya kita yaitu budaya timur. Marilah kita mulai mencintai budaya kita sendiri, mulai dari diri sendiri kemudian menularkannya kepada orang lain. Toh, tidak ada ruginya apabila kita mencintai budaya kita sendiri. Seharusnya kita bangga berada di Negara yang kaya akan budaya. Ada banyak sekali budaya Indonesia yang diklaim oleh pihak lain yaitu Batik dari Jawa oleh Adidas, Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia, Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia, Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia, Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia, Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia, Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda . Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda, Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda, Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing, Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia , Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia, Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia, Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia, Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis, Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris , Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia, Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika, Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd, Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia, Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda, Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang, Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia, Kain Ulos oleh Malaysia, Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia, Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia, Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia.(sumber: www.budaya-indonesia.org)
Mungkin ini adalah budaya-budaya yang sebagian kita ketahui, masih banyak lagi budaya-budaya lain yang sudah diklaim Negara lain. Oleh karena itu jagalah budaya-budaya yang masih ada kalau tidak mau menjadi sasaran Negara lain.
siippp,,,,, kalahkan negara tetangga...
BalasHapus