Berkat ketertarikannya terhadap aeromodeling 3 pelajar SMA Muhammadiyah Sidoarjo meraih juara pertama Indonesian Indoor Aerial Robot Contest (IIARC) 2011. Ide membuat sebuah pesawat dari gabus bermula saat mengikuti workshop tentang Aeromodeling, selain itu mereka juga mengikuti ekstrakurikuler di sekolahnya. Tetapi pada workshop tersebut bahan yang digunakan adalah kayu balsa, mereka berpikiran bahwa apabila memakai kayu balsa pasti pesawatnya akan cepat rusak saat terbentur karena kayu balsa sangat rapuh. Tiga pelajar yang mengikuti lomba di ITB pada 15-16 november itu bernama Rizky Indra Pratama, Afif Septianto, dan Haikal Firdiawan Zaky.
Pesawat yang dilombakan adalah type prototype yaitu pesawat yang biasa digunakan untuk pemotretan udara, observasi dan penjatuhan bahan makanan di lokasi yang tidak terjangkau, pesawat ini tidak untuk digunakan mengangkut penumpang. Karena takut pesawatnya rusak di perjalanan maka mereka memutuskan untuk melakukan perakitan di dalam kereta api saat perjalanan menuju ke Bandung. Penyempurnaan perakitan pada peasawat yang memiliki berat 198 gram dan panjang 70 sentimeter ini dilakukan di lokasi lomba.
Dalam lomba tersebut yang dinlandilai adalah cara takeoff dari landasan, menjatuhkan beban atau payload yang di bawa pesawat sebagai payloadnya digunakan beras seberat 15 gram yang dikemas di dalam plastic, selain itu penilaian juga pada cara landing. Tak sedikit pesawat yang gagal mencapai kategori-kategori penilaian dalam lomba ini. Tetapi mereka berhasil memenui kategori-kategori dari pada kayu balsa. Sebagian besar peserta lain menggunakan kayu balsa untuk bahan pesawatnya, padahal tidak ada ketentuan harus memakai kayu balsa dalam pembuatan pesawat terbangnya. Kegagalan-kegagalan peserta lain adalah dalam perakitan pesawat terbang sampai pesawatnya rusak karena terbentur.
Para pelajar ini tidak pernah menyangka akan memenangkan lomba yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini karena mereka termasuk pelajar yang berasal dari kota kecil dekat Surabaya. Banyak rival-rival mereka yang berasal dari kota-kota besar yang tentunya mendapatkan fasilitas belajar yang lebih memadai. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa secanggih apapun fasilitas belajar yang kita miliki apabila kita tidak ada niat untuk maju dan menjadi lebih baik, maka akan sia-sia semua fasilitas yang ada saat ini.
Sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh- sungguh pasti akan menciptakan hasil yang maksimal. Salah satu contohnya adalah tiga pelajar ini sebbelum berlomba mereka berlatih keras, sampai-sampai mereka menyiapkan dua pesawat, yaitu untuk latihan dan untuk lomba. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sesuatu hal yang sepele bisa menjadi sebuah karya yang sangat luar biasa dan dapat berguna bagi masyarakat luas. Hobi tak selamanya hanya sekedar hobi, tetapi dari hobi itu kita bisa mencetak prestasi yang luar biasa bahkan kita bisa memdapatkan pekerjaan dari hobi itu dan memdapatkan penghasilan. Intinya apabila kita melakukan sesuatu dengan berlandaskan hati yang senang, maka kita akan menuai hasil yang maksimal.
jangan pernah menyepelekan sesuatu,,,,
BalasHapus