Setiap orang pasti tahu dengan yang namanya donat. Jajanan yang berbentuk bulat dan ada lubang di tengahnya dan mempunyai rasa yang lezat. Tetapi tak setiap orang mengetahui bahwa donat dapat meneybabkan kita terkena penyakit jantung koroner. Berbagai penelitian membuktikan bahwa donat adalah camilan favorit yang tak sehat. Menurut data Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, dalam satu buah donat terkandung 5 gram lemak trans. Posisi ini beada di urutan kedua setelah kentang goring yang mengandung 8 gram lemak trans dalam tiap takaran saji ukuran medium (147 gram).
Menurut Prof Dr Ali Khomsan, ahli gizi dan guru besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, lemak trans terbentuk dari penambahan hydrogen pada minyak nabati melalui proses hidrogenasi parsial. Melalui tersebut, ikatan asam lemak yang awalnya tak jenuh menjadi jenuh. Akibatnya, minyak nabati menjadi lebih padat dan tidak mudah rusak. Bagi industry makanan, mengolah dengan minyak itu memiliki keuntungan tesendiri. Diantaranya, lebih tahan lama, tekstur lebih bagus, lebih enyah dan gurih, bahkan tidak terasa minyak. Apalagi dengan harganya yang tidak mahal dan lebih awet, minyak ini bisa dipakai berulang-ulang.Prof Walter Willet, ketua Departemen Gizi Harvard School of Public Health, menyatakan bahwa lemak trans lebih merusak kesehatan jantung dibandingkan lemak jenuh. Di dalam tubuh, lemak trans dapat menaikkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik). Karena bahaya tersebut, sejak 1 Januari 2006, FDA mewajibkan semua produk makanan kemasan mencantumkan kandungan lemak trans dalam label makanan. Tujuannya adalah agar konsumen diharapkan lebih waspada dalam memilih makanan agar terhindar dari penyakit jantung. Bahkan Amerika Heart Assosiation telah merekomendasikan batasan lemak trans yang boleh dikonsumsi per hari. Missal, tubuh kita membutuhkan 2000 kalori, maka kita hanya boleh mengonsumsi 2 gram minyak trans. Kandungan 5 gram dalam donat jelas melanggar aturan.
Dari semua penelitian dan pernyataan tentang berbahayanya donat, pernyataan seorang nutrisionis dari New York Obesity Research Center Carla Wolper adalah yang paling fenomenal. Carla pernah berkata bahwa hanya satu hal yang bagus dari donat, yaitu lubangnya saja. Namun tak perlu takut mengonsumsi donat. Baru-baru ini Ketua Studi Lauren Haar dari Universitan Cincinnati mengatakan bahwa makanan tinggi lemak dapat membantu fungsi jantung. Sebab dalam prose yang tak terduga, minyak justru mampu meningkatkan otot jantung menjadi lebih baik. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan pada tikus. Tikus yang diberi pola makan berlemak ternyata hanya memiliki resiko serangan jantung 70 persen lebih kecil jika dibandingkan dengan tikus yang diberi makanan normal. Tak heran kalau peneliti menyimpulkan bahwa mengonsumsi junk food dibolehkan, asal diimbangi dengan sepiring porsi donat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar