Tidak mudah berprofesi sebagai peneliti apalagi di Negara Indonesia yang segalanya serba sulit, tetapi seorang peneliti di luar negeri segala sesuatunya dibiayai oleh Negara. Tak heran apabila orang-orang pintar dan cerdas Indonesia memilih menjadi seorang peneliti di Negara lain daripada di negaranya sendiri. Sungguh fenomena yang sangat langka apabila ada seorang anak berusia 12 tahun berkeinginan menjadi seorang peneliti. Untuk mewujudkan hal itu dia telah membuat sebuah inovasi yaitu helm pendingin yang baru-baru ini masuk sebagai finalis National Young Inventor Awards 2011. Sebuah prestasi yang luar biasa dari anak seumurannya, dia bisa menyisihkan ratusan pelajar SMA dari seluruh Indonesia, padahal dia sendiri masih duduk di bangku SMP.
Ide membuat helm pedingin berawal dari panasnya suhu udara kota Surabaya, kemudian dia bereksperimen membuat helm yang mampu mendiginkan suhu udara di seputar rongga udara karena aliran panas di dalam helm sangat mempengaruhi kenyamanan pengendara motor dan mengganggu konsentrasi mereka dalam berkendara. Suhu panas di dalam helm berasal dari panas tubuh yang dikeluarkan secara terus menerus. Tak heran, suhu akan terus meningkat. Suhu itu semakin panas karena suhu luar dari matahari dan akumulasi polusi kendaraan bermotor. Sedangkan helm-helm yang selama ini dijual belum mampu mengatasi permasalahan itu.
Kemudian anak yang bernama Linus Nara Pradhana ini membuat gel coated helmet. Sebuah helm yang bagian dalamnya dilapisi gel ang mampu menyerap air, sehingga bahan tersebut mendinginkan suhu di seputar rongga kepala. Gel itu tersimpan dalam diaper yang kemudian dibuat pelapis bagian dalam helm. Sebenarnya dia sudah lama merancang helm seperti ini tetapi pada saat pertama kali meneliti dia hanya menghasilkan helm yang diberi pelapis air. Tetapi helm itu memiliki kekurangan yaitu terlalu berat sekitar 680 gram sehingga akan membahayakan pengendara saat menggunakannya. Selain itu modelnya juga belum mencapai standar. Dengan diberi air kira-kira 330 ml suhu di dalam helm bisa turun sampai 19 persen atau sekitar 6 derajat celcius.
Tidak puas dengan penelitiannya itu kemudian bocah kecil ini mencoba mengembangkan hasil penelitian sebelumnya. Yang membedakan antara yang sekarang dengan yang sebelumnya adalah pada berat, berat helm yang sekarang hanya 180 gram. Jauh lebih ringan dari yang sebelumnya. Dari helm itu kemudian Nara ikut lomba yang sama dengan yang dia menangkan saat ini. Tetapi ada pengunduran waktu sampai-sampai dia naik ke bangku SMA. Selama menunggu waktu pengunduran lomba tersebut dia terus mencoba untuk berinovasi sehingga dapat menghasilkan helm yang diisi gel seperti yang dia ikutkan lomba sekarang ini. Meskipun hanya sebagai finalis Nara sudah merasa bangga tetapi pastinya rasa puas itu belum hadir dalam benaknya karena dia memiliki jiwa peneliti sehingga dia akan terus berusaha untuk mencari ide-ide kreatif yang nantinya bisa diimplementasikan dan dapat berguna bagi masyarakat luas. Selain itu dari penelitiannya itu dia juga bisa mendapatkan penghasilan. Hasil penelitiannya itu sudah dipatenkan dan siap untuk diproduksi missal dan dijual di pasaran. Sungguh hebat ide yang dihasilkan oleh sorang anak SMP yang bisa mengatasi masalah yang selama ini membuat resah warga Surabaya terutama para pengendara karena Surabaya terkenal dengan kota yang sangat panas.
kreatif deh,,,salut anak itu...jempol
BalasHapus